Diprediksi ratusan ribu orang, baik masyarakat lokal hingga mancanegara datang ke acara bertajuk Festival Little Tokyo 2019 atau Ennichisai di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Sabtu (22/6) dan Minggu (23/6).

Pada hari pertama gelaran saja, area Melawai dipadati orang.

Tidak hanya stand peserta bazar yang dikerubuti para pengunjung.

Hampir seluruh lokasi usaha, mulai dari cafe, hotel, restoran hingga pusat perbelanjaan ramai.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija), Hana Suryani mengungkapkan, acara tahunan tersebut menjadi bagian dari promosi kawasan Melawai khususnya yang selama ini dikenal sebagai Little Tokyo di Jakarta.

Di kawasan itu, banyak usaha kuliner yang menyajikan menu-menu dari Jepang, termasuk tempat hiburan yang memiliki ciri khas Jepang.

“Warga negara Jepang yang berada di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan Melawai. Tiap hari banyak warga Jepang yang datang ke sini baik untuk menyantap kuliner khas Jepang maupun menikmati suasana seperti di Jepang,” ujar Hana Suryani.

Dengan adanya festival tersebut, Hana Suryani menyebut masyarakat lokal yang memiliki ketertarikan terhadap budaya maupun kuliner Jepang menjadi mengenal adanya kawasan “Little Tokyo” dan bisa menjadi destinasi wisata di kemudian hari.

“Jumlah masyarakat kita pecinta kebudayaan maupun kuliner Jepang sangat besar. Terbukti kawasan Melawai ini tidak pernah sepi dari kunjungan. Ke depan, kami berharap kawasan ini jadi destinasi wisata lifestyle unggulan di Jakarta Selatan sehingga kegiatan ekonomi di kawasan Blok M ini makin bergeliat,” ungkapnya.

Diselenggarakan sejak tahun 2010, festival ini menghadirkan berbagai jenis kuliner, pertunjukan seni, dan kebudayaan Jepang modern dan tradisional, seperti kontes cosplay, dance cover, mikoshi, enjuku, dan lainnya.

Setidaknya ada 200 usaha kecil menengah yang mayoritas mengusung produk kreatif yang meramaikan festival itu.

“Festival ini, selain berdampak baik bagi ekonomi kawasan, juga paling penting bisa menjadi ajang promosi bagi peserta yang merupakan UMKM berbasis industri kreatif baik kuliner khas Jepang, kerajinan, fesyen dan lain sebagainya untuk mengembangkan usahanya,” ungkap Hana.

Pembina Festival Ennichisai Tahun 2019 Syahrul Effendi mengatakan, ajang seni budaya ini bertujuan menggalang persahabatan Indonesia-Jepang melalui seni budaya serta mengangkat pamor kawasan Blok M sebagai Litte Tokyo di Jakarta khususnya di Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, festival Ennichisai tahun ini ditargetkan dapat mencapai lebih dari tiga ratus ribu pengunjung selama dua hari berlangsung.

“Berbeda dari tahun lalu, festival Ennichisai 2019 ini terlihat sangat tinggi antusiasme dari pengunjung sejak hari pertama, dalam dua hari pasti bisa melebihi tiga ratus ribu pengunjung,” ujar Syahrul.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji yang turut hadir dan membuka kegiatan tersebut mengatakan, pada Festival Ennichisai 2019 ini diharapkan dapat menarik minat pengunjung baik lokal maupun mancanegara.

“Di Festival Ennichisai ini kita bisa memperkenalkan budaya dua negara baik Jepang maupun Indonesia dan selalu menjadi daya tarik warga setiap tahunnya. Semoga rutinnya pagelaran festival ini dilaksanakan, temen-temen mancanegara yang tau informasinya juga ikut berkunjung meramaikan,” tutur Isnawa.

Isnawa menambahkan, festival itu juga menjadi bagian upaya mempromosikan Jakarta Selatan termasuk dapat berimbas positif di sektor ekonomi dan pariwisata.

Selain itu, Safitri (26) sengaja datang dari Cirebon demi bisa meramaikan acara itu.

Ia mengungkapkan, Festival Ennichisai selalu memiliki daya tarik yang berbeda setiap tahunnya. Kesukaannya pada pernak pernik khas Negara Sakura tersebut membuat Dimas tak pernah meninggalkan momentum festival ini setiap tahunnya.

“Saya kebetulan ada komunitas anime. Tahun lalu saya sudah ke sini, ramai sekali. Makanya tahun ini ke sini lagi,” ungkapnya

Leave a Reply